Sabtu, 07 Agustus 2010

Eka Ramdani

 

Informasi pribadi
Nama lengkap Eka Ramdani
Nama panggilan Eka, Cebol
Tanggal lahir 18 Juni 1984 (umur 26)
Tempat lahir    Flag of Indonesia.svgBandung, Indonesia
Tinggi 165 cm
Posisi bermain Gelandang
Informasi klub
Klub saat ini Persib Bandung
Nomor 8
Klub junior

UNI
Klub senior1
Tahun Klub Tampil (Gol)
2000-2002
2003-2004
2005-2007
2008-sekarang
Persib Bandung
Persijatim
Persib Bandung
Persib Bandung
 ? (?)
? (?)
71 (?)
52 (6)   
Tim nasional

Indonesia 11 (0)
1 Penampilan dan gol di klub senior
hanya dihitung dari liga domestik.
Eka Ramdani (lahir di Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 1984; umur 26 tahun) adalah pemain hasil binaan tim junior Persib Bandung dengan bergabung dengan PS UNI, salah satu klub anggota Persib, pada usia belasan tahun, Eka menjelma menjadi salah satu bakat terbesar yang dimiliki Persib. Eka Ramdani telah menjadi langganan tim nasional Indonesia sejak usia dini. Tercatat Eka pernah memperkuat timnas Indonesia di Pra Piala Asia U-16, Piala ASEAN U-19, Pra Piala Asia U-20, Piala Sultan Brunei U-21, Pra Olimpiade Athena dan SEA Games(U-23), dan juga di timnas senior yang debutnya dilakoni di pertandingan persahabatan dengan Afrika Selatan.

Karir

Eka memainkan laga ke-100 nya bersama persib di Liga ketika Persib bermain melawan Deltras Sidoarjo pada 30 Mei 2009.

Rabu, 04 Agustus 2010

Christian Gonzalez

Christian Gonzalez

Christian González
Christiangonzalez.jpg
Informasi pribadi
Nama lengkap Christian Gérard Alvaro González
Nama panggilan El Loco ("Si Gila")
Tanggal lahir 30 Agustus 1976 (umur 33)
Tempat lahir    Flag of Uruguay.svg Montevideo, Uruguay
Tinggi 185 cm
Posisi bermain Striker
Informasi klub
Klub saat ini Persib
Nomor 99
Klub senior1
Tahun Klub Tampil (Gol)
1995-1997
1997
1998-2000
2000-2003
2003-2004
2005-2009
2009
2009-
Sud America
Huracan Ctes
Sud America
Deportivo Maldonado
PSM Makassar
Persik Kediri
→Persib (pinjaman)
Persib Bandung
 ? (?)
3 (?)
? (?)
22 (1)
56 (32)
102 (100)
16 (14)
21 (15)   




Christian Gérard Alvaro González (lahir di Montevideo, Uruguay, 30 Desember 1976; umur 33 tahun) adalah pemain sepak bola asal Uruguay yang bermain di Liga Super Indonesia memperkuat Persib Bandung. Posisinya adalah penyerang. Ia menjadi pencetak gol terbanyak di Divisi Utama Liga Indonesia untuk dua musim (2005, 2006). Pada musim 2006, Gonzalez adalah pemain termahal di Liga Indonesia menurut data Badan Liga Indonesia dengan bayaran Rp1,2 milyar (sumber: BOLA Edisi 1652, 2006).

Karir di Indonesia

PSM Makassar

Ia mulai bermain di Indonesia pada tahun 2003, bergabung dengan PSM Makassar. Pada musim tersebut ia mencetak 27 gol dan PSM di antaikutnya ia [rnya menjadi juara kedua liga. Tahun ber[skorsing|diskors]] PSSI selama semusim dan didenda Rp 20 juta karena memukul salah seorang ofisial Persita saat PSM bertandang ke Tangerang.

Persik Kediri

Bebas dari skorsing, ia bergabung dengan Persik Kediri dan mengantar Persik menjadi juara Liga Indonesia pada tahun 2006. Pada tahun 2008 ia dijatuhi skorsing dari Komdis setelah melakukan tindakan yang tidak sportif. Krisis finansial yang dialami Persik Kediri membuat manajemen Persik harus melakukan rasionalisasi gaji. Gonzalez merupakan salah satu dari beberapa pemain Persik yang tidak setuju atas keputusan tersebut.

Persib Bandung (pinjaman)

Pada 30 Januari 2009, manajemen Persib Bandung mengumumkan bahwa mereka telah merekrut Christian yang mendapat remisi dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Christian dikontrak dalam status sebagai pemain pinjaman dari Persik Kediri dan akan digaji 60 juta rupiah per bulan oleh Persib Bandung.
Ia memulai debut sebagai starter di Liga Super Indonesia ketika Persib menjamu Persipura di pertandingan yang berakhir 1-1 berkat gol yang juga dicetak olehnya. Ia bermain sebanyak 16 kali di Liga dan mencetak 14 gol, menjadikan Gonzalez sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Super bersama Boaz Solossa dengan 28 gol.

Persib Bandung

Setelah masa pinjamannya di Persib Bandung dan kontraknya di Persik Kediri habis, Ia langsung dikontrak oleh Persib Bandung sebagai pemain tetap. Di pra musim 2009-10, Ia mencetak gol untuk Persib di Piala Gubernur Jatim.

Kontroversi

Christian Gonzalez dikenal dengan sikapnya yang temparamental. Sejak pertama kali merumput di Indonesia tahun 2003, dia sudah mendapat hukuman dari Komisi Disiplin PSSI sebanyak lima kali karena perilaku kekerasan terhadap lawan dan pelecehan terhadap wasit. Akan tetapi hukumannya hampir tidak pernah dilaksanakan secara efektif karena ketua umum PSSI Nurdin Halid yang terkesan melindunginya. Bahkan untuk kasusnya yang ke-5, Badan Liga Indonesia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa ketika hukuman larangan bermain yang seharusnya 12 bulan dibatalkan oleh Nurdin Halid ketika hukuman baru berjalan 3 bulan.[1][2] Hal ini dipertanyakan beberapa pihak, termasuk PSMS Medan yang menyatakan bahwa PSSI telah menghilangkan unsur pembelajaran dan Nurdin Halid sangat pilih kasih dalam memberi ampunan.[3][4]
Berikut daftar kasus Christian Gonzalez di persepakbolaan Indonesia:[1][2]
  • Pada putaran kedua Liga Indonesia 2004, Christian Gonzalez memukul pengurus Persita Tangerang di Stadion Benteng. Dia dihukum setahun oleh Komdis PSSI, namun bisa merumput kembali ketika hukuman baru berjalan 6 bulan.
  • Pada putaran final Liga Indonesia 2006, Christian Gonzalez menanduk penyerang PSIS Semarang, Emanuel de Porras. Dia dihukum sebanyak tiga pertandingan untuk itu, namun tidak pernah dijalankannya.
  • Pada tahun 2007, dia meludahi wasit Hidayat ketika Persik Kediri dijamu Pelita Jaya. Dia dihukum sebanyak tiga pertandingan untuk itu, namun tidak pernah dijalankannya.
  • Di babak delapan besar Liga Indonesia 2007, dia berkelahi dengan bek Persija Jakarta, Herman Abanda. Namun lagi-lagi hukuman tiga pertandingan yang didapatkannya tidak pernah dilaksanakan.
  • Pada bulan November 2008, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman larangan bermain 1 tahun kepadanya karena memukul bek PSMS Medan, Erwinsyah Hasibuan. Dia mengajukkan banding ke Komisi Banding PSSI, namun bandingnya ditolak, dan Komisi Banding ikut menguatkan sanksi yang diberikan oleh Komisi Disiplin. Akan tetapi pada Februari 2009 dia dinyatakan boleh bermain untuk Persib Bandung setelah Ketua Umum PSSI Nurdin Halid memberikannya pengampunan.

Kehidupan Pribadi

Istrinya adalah wanita Indonesia bernama Eva Nurida Siregar. Dari pernikahannya dengan Siregar, Gonzalez memperoleh dua orang anak (Fernando dan Florencia). Ia juga telah mempunyai dua anak hasil pernikahan sebelumnya (Amanda dan Michael). Christian merupakan seorang mualaf sejak pindah dan menikah dengan istrinya.


Selasa, 27 Juli 2010

Mesut Ozil Dan Team Jerman


Mesut Özil

Mesut Özil
Ozil.png
Informasi pribadi
Tanggal lahir15 Oktober 1988 (umur 21)
Tempat lahir   Gelsenkirchen, Jerman Barat
Tinggi1.80 m (5 ft 11 in)
Posisi bermainGelandang serang
Informasi klub
Klub saat iniWerder Bremen
Nomor11
Klub junior
1995–1998
1998–1999
1999–2000
2000–2005
2005–2006
DJK Westfalia 04 Gelsenkirchen
DJK Teutonia Schalke-Nord
DJK Falke Gelsenkirchen
Klub senior1
TahunKlubTampil (Gol)
2006–2007
2008–
30 (0)
38 (4)   
Tim nasional2
2006–2007
2007–
2009–
Jerman U-19
11 (4)
11 (4)
1 (1)
1 Penampilan dan gol di klub senior
hanya dihitung dari liga domestik dan
akurat per 15 Mei 2009.
2 Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 04:51, 19 Februari 2009 (UTC).
Mesut Özil (lahir 15 Oktober 1988; umur 21 tahun) merupakan seorang pemain sepak bolaberkebangsaan Jerman keturunan Turki yang kini bermain di klub Werder Bremen sejakJanuari 2008. Dia pernah bermain di klub utamanya seperti Schalke.
Di timnas Jerman, dia bermain 1 kali.





























Mesut Özil
Pemuda Sopan Berambut Jabrik



Ia disebut-sebut segai salah satu talenta terbesar dan harapan Jerman pada Piala Dunia Afrika Selatan: Mesut Özil, sutradara lapangan tengah berdarah Turki yang memilih untuk meninggalkan tanah leluhurnya. Oleh Andre Tucic.

Mesut Özil (Foto: dpa)
Besarkan GambarTalenta terbesar abad ini: Playmaker Jerman berdarah Turki, Mesut Özil merupakan harapan besar sepak bola Jerman di turnamen internasional
Selambatnya sejak pertandingan antara Jerman dan Australia di babak penyisihan grup Piala Dunia 2010, Mesut Özil merebut perhatian dunia internasional. Beberapa harian Eropa bahkan cukup berani untuk menyamakan Özil dengan pesepakbola terbaik dunia, Lionel Messi.

Pemuda sopan berambut jabrik ini sejak lama menjadi sensasi, jauh sebelum Piala Dunia bergulir. Sejak dua setengah tahun yang lalu, persatuan sepakbola Jerman dan Turki memperebutkan pria kelahiran Gelsenkirchen ini bak memperebutkan bocah yang hilang.

Bulan Sabit Atau Elang Jerman

Sejak 2007 Özil secara resmi menanggalkan kewarganegaraan Turki dan beralih menjadi Jerman. Meski tim nasional Turki menuntut kembalinya 'si anak hilang'. Buat Turki, memperjuangkan Özil bukan hanya berharga dari segi olahraga, tapi juga gengsi. Hanya saja perhimpunan sepakbola Jerman DFB enggan melepas gelandang tengah yang kala itu masih berusia 18 tahun.

"Kami akan melakukan semuanya agar dia dapat bermain untuk kami," papar pelatih nasional Turki waktu itu, Fatih Terim, yang senang melontarkan pernyataan tajam dengan cara menyindir tentang urusan dalam negeri. Özil pada waktu itu bermain untuk Jerman dalam pertandingan persahabatan dan secara teoretis, dia juga dapat bermain untuk Turki. Baru setelah pertandingan resmi – yaitu kualifikasi Piala Eropa atau pertandingan Piala Dunia – seorang pemain tidak lagi dapat berganti tim nasional. Özil pun jual mahal.

Akhirnya, Özil menolak tawaran Terim dan bermain untuk tim nasional Jerman U-21 dalam pertandingan antar negara. Ia yakin ingin bermain untuk Jerman, demikian diungkapkan Özil. Meski hal itu diucapkan dengan tegas olehnya, Özil terkadang terlihat bimbang dalam menetapkan pendiriannya.





Mesut Ozil


Mesut Özil

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mesut Özil
Ozil.png
Informasi pribadi
Tanggal lahir15 Oktober 1988 (umur 21)
Tempat lahir   Gelsenkirchen, Jerman Barat
Tinggi1.80 m (5 ft 11 in)
Posisi bermainGelandang serang
Informasi klub
Klub saat iniWerder Bremen
Nomor11
Klub junior
1995–1998
1998–1999
1999–2000
2000–2005
2005–2006
DJK Westfalia 04 Gelsenkirchen
DJK Teutonia Schalke-Nord
DJK Falke Gelsenkirchen
Rot-Weiss Essen
Schalke 04
Klub senior1
TahunKlubTampil (Gol)
2006–2007
2008–
Schalke
Werder Bremen
30 (0)
38 (4)   
Tim nasional2
2006–2007
2007–
2009–
Jerman U-19
Jerman U-21
Jerman
11 (4)
11 (4)
1 (1)
1 Penampilan dan gol di klub senior
hanya dihitung dari liga domestik dan
akurat per 15 Mei 2009.
2 Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 04:51, 19 Februari 2009 (UTC).
Mesut Özil (lahir 15 Oktober 1988; umur 21 tahun) merupakan seorang pemain sepak bolaberkebangsaan Jerman keturunan Turki yang kini bermain di klub Werder Bremen sejakJanuari 2008. Dia pernah bermain di klub utamanya seperti Schalke.
Di timnas Jerman, dia bermain 1 kali.

Tenis Meja

Tenis meja

Suasana permainan tenis meja.

Tenis meja, atau ping pong (sebuah merek dagang), adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Di Republik Rakyat Cina, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong" (Tionghoa : 乒乓球; Pinyin : pīngpāng qiú)



Ukuran Lapangan Tenis Meja - Panjang, Lebar, Luas, Tinggi Meja Dan Net

Dalam membuat lapangan tennis meja yang baik harus sesuai dengan standar internasional baik meja pertandingan maupun jaring net yang digunakan.

A. Ukuran Meja Tenis Meja

- Panjang = 274 cm
- Lebar = 152,5 cm
- Tebal garis sisi = 2 cm
- Tinggi meja dari lantai lapangan = 76 cm
- Luas = 4,1785 meter persegi

B. Tiang Net dan Jaring Net

- Panjang Net = 183 cm
- Lebar / Tinggi Net = 15,25 cm
- Jarak Meja Ke Tiang = 15,25 cm
- Luas Net = 0,279075 meter persegi

Di pinggir dan di tengah meja diberi garis. Umumnya warna dasar meja tenis meja adalah warna hijau dan untuk garis adalah putih. Tenis Meja = Table Tennis (internasional).




Senin, 12 Juli 2010

persib bandung vs AC Milan

Kisah Lengkap Persib vs AC Milan (Italia)

Saya mengucapkan terima kasih kepada para bobotoh (masyarakat pencinta Persib) yang selama ini masih tetap setia untuk mengunjungi blog BukuPersib meskipun akhir-akhir ini (1 oktober s.d. 28 november 2009) tidak aktif. Namun, dalam masa-masa tidak aktif ini, ternyata masih ada saja kata kunci yang selalu hidup tiap hari. Jumlahnya pun sangat dominan.

Sampai saat ini (Sabtu, 28 November 2009), kata kunci “Persib vs AC Milan” masih menjadi favorit bagi bobotoh. Karena itu, BukuPersib mencoba untuk menelusuri berita (artikel) tentang cerita lengkap pertandingan persahabatan internasional tersebut. Apalagi, saya selaku pengelola blog ini menjadi saksi mata di Senayan yang kebagian tiket murah meriah Rp 5 ribu perak :) Inilah artikel (diterbitkan Galamedia, 27 Maret 2009) karya Sdr. Endan Suhendra (wartawan Galamedia). Endan Suhendra adalah penulis buku “Persib Aing” bersama Dani Wihara (wartawan Media GO). Selamat menikmati!

*****

PESTA kemenangan dan euforia keberhasilan menjadi juara Kompetisi Perserikatan 1993/1994 belum usai. Acara bagi-bagi bonus pun masih terus berlangsung. Nah, di tengah banjir bonus itu, Persib mendapatkan bonus tambahan dari PSSI, yaitu diberikan kesempatan untuk menjajal klub raksasa Italia, AC Milan, yang akan berkunjung ke Indonesia. Pertandingan juara kompetisi amatir Indonesia 1993/1994 dengan juara Seri A Liga Italia musim yang sama itu dijadwalkan pada 4 Juni 1994 di Stadion Utama Senayan, Jakarta.

Bagi Persib, kesempatan menjajal klub besar Eropa itu merupakan yang kedua. Sebelumnya, pada 11 Juni 1987, Persib juga berkesempatan menjajal PSV Eindhoven yang saat itu diperkuat Ruud Gullit, Eric Gerets, dan Ronald Koeman. Saat itu, dengan formasi Wawan Hermawan/Erick Ibrahim (kiper), Dede Iskandar, Ade Mulyono, Ujang Mulyana, Adeng Hudaya, Bambang Sukowiyono, Uut Kuswendi, Iwan Sunarya/Dadang Kurnia, Adjat Sudradjat, Yudi Guntara, dan Dede Rosadi/Sarjono, Persib dihajar PSV 0-6.

Seperti yang sudah diagendakan, akhir Mei, rombongan Milan tiba di Jakarta. Selama lima hari di Jakarta, para pemain dan ofisial Milan menginap di Hotel Horison, Ancol.

Di antara daftar pemain Milan yang diboyong pelatih Fabio Capello tidak terdapat nama Franco Baressi dan Paolo Maldini yang tengah berkonsentrasi membela timnas Italia di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Dua bintang Belanda, Ruud Gullit dan Marco Van Basten juga tidak turut ke Indonesia. Gullit sedang dipinjamkan ke Sampdoria, sedangkan Basten dibekap cedera. Sedangkan Jean Piere Papin memang ada dalam rombongan, tapi ia tidak bisa dimainkan karena kontraknya sudah habis per 31 Mei 1994 dan sudah memilih hijrah ke Bayern Munich.

Tanpa Baressi, Maldini, Basten, Gullit, dan Papin, tidak lantas kekuatan Milan dan Persib menjadi berimbang. Sebab, dalam rombongan yang datang ke Jakarta masih ada pemain-pemain ternama lainnya macam Marcel Dessailly, Zvonimir Boban, Dejan Savicevic, Gianluigi Lentini, Filippo Galli, Mauro Tassoti, Christian Panucci, Stefano Eranio, Fernando Di Napoli, Enzo Francescoli, Brian Laudrup, dan penjaga gawang Sebastiano Rossi. Di antara mereka, ada sederet nama pemain muda yang tengah dimatangkan Capello macam Paolo Baldieri, Christian Antigori, dan Stefano Desideri.

Empat gol sebabak

Pada Sabtu, 4 Juni 1994, pertandingan Persib kontra Milan tiba. Sebelas pemain Milan masuk ke lapangan dengan penuh kepercayaan diri tinggi. Di sisi lain, para pemain Persib harus sudah berjuang melawan rasa “kekurangpedeannya”, terutama melihat postur besar Lentini dan kawan-kawan. “Bayangkan, saya saja hanya sepundak mereka,” kata Yusuf Bachtiar.

Beberapa pemain Persib yang diturunkan pelatih Indra M. Thohir dalam pertandingan itu adalah Aries Rinaldi (kiper), Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Mulyana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara, Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso.

Saat pertandingan dimulai, para pemain Milan tampil santai. Tapi, karena perbedaan kualitas pemain yang jomplang, Persib praktis hanya mampu bermain selama 15 menit pertama. Seperti diakui Yusuf Bachtiar, selanjutnya Persib keteteran. “Selebihnya, kita digubag-gabig,” kata Yusuf sambil tersenyum.

Yusuf benar, Milan hanya memberikan angin di 15 menit pertama. Setelah itu, Dejan Savicevic unjuk gigi dengan mencetak dua gol cepat pada menit 17 dan 18. Delapan menit berselang, giliran Lentini yang menjebol gawang Aries Rinaldi untuk ketiga kalinya. Satu menit kemudian, Baldieri mengakhiri “penderitaan” Persib di babak pertama.

Sudah unggul empat gol di babak pertama, tidak membuat para pemain Milan puas. Apalagi, yang tampil di babak kedua kebanyakan pemain muda yang masih dalam tahap pemantauan Capello. Baldieri memastikan mencetak hattrick berkat dua gol tambahannya pada menit 48 dan 58. Dua gol tambahan Milan yang menggenapkan kemenangannya menjadi 8-0 dilengkapi Christian Antigori menit ke-68 dan Stefano Desideri menit ke-78. (endan suhendra/”GM”)**